Sabtu, 17 Desember 2022

Capung: Naga Terbang Penjaga Perairan dan Indikator Kualitas Air

        Capung menghabiskan sebagian besar hidupnya di dekat perairan, bahkan pada fase pra-dewasanya atau pada saat fase telur dan nimfa capung berada di dalam  air, oleh sebab itu capung dikenal sebagai salah satu bio-indicator kualitas air di  suatu wilayah, menurut IDS (2013) semakin baik kualita air di suatu perairan  iasanya beriringan dengan semakin banyaknya jenis dan jumlah capung di  daerah tersebut, hal ini dikarenakan nimfa capung yang diletakkan di dalam air  sangat sensitif terhadap pencemaran air. Capung biasanya dapat berkembang  biak dengan baik di wilayah perairan yang cukup tenang dan air yang jernih  dangan intensitas cahaya sedang.

Brachythemis Contaminata (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

        Dengan peranannya sebagai bio-indicator bagi lingkungan yang sehat, capung  sebenarnya sedang dalam ancaman serius dikarenakan degradasi lingkungan  yang terjadi belakangan ini, banyak sekali daerah aliran sungai (DAS) yang mulai  buruk kondisinya, dikarenakan pencemaran lingkungan oleh limbah dan mulai hilangnya hutan penyerap air yang sebenarnya sangat penting bagi ketersedian  air bersih di daerah sekitar sungai. Menurut Kementrian Lingkungan Hidup dan  kehutanan (2019), tercatat indonesia memiliki 458 DAS di mana 108 DAS di antaranya dinyatakan kritis.

DAS Lusi Kab. Blora (Sumber: Dokumentasi Pribadi)


 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar